TKA Konsep Baru Penilaian Pendidikan di Indonesia
Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir sebagai sesuatu yang baru bagi pendidikan di Indonesia. Sebagai sesuatu yang baru, TKA menuai segudang tanya. Apa itu TKA? Apa perbedaan TKA dengan ujian yang sudah-sudah? Mengapa hasil TKA begitu penting?
Sebagai konsep baru penilaian pendidikan, TKA sering disalahpahami hanya sekadar “ujian” versi baru. Kenyataannya tidak demikian. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025 disebutkan beberapa tujuan TKA. Pada Pasal 3 disebutkan, TKA bertujuan untuk:
a. memperoleh informasi capaian akademik Murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik;
b. Menjamin pemenuhan akses Murid Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal terhadap penyetaraan hasil belajar;
c. mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas; dan
d. memberikan bahan acuan pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan.
Dari klausa di atas jelas, TKA dirancang salah satunya untuk memberikan standar yang jelas dalam penilaian pendidikan. Standar apa yang dimaksud? Ini bisa kita lihat dari mata pelajaran yang diujikan dalam TKA. Untuk SD dan SMP, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Matematika.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, tes difokuskan pada keterampilan membaca. Kita tahu, membaca merupakan bagian dari kemampuan literasi. Artinya apa? TKA mata uji Bahasa Indonesia bertujuan meletakkan dasar-dasar literasi, seperti mengidentifikasi informasi, menanggapi informasi, dan menilai gagasan dan opini.
Pada mata pelajaran Matematika, tes ditujukan untuk mengukur kemampuan murid dalam menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah. Di sini murid harus menguasai prinsip dan konsep Matematika. Artinya, di sini murid diukur kemampuannya dalam hal numerasi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa TKA merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kemampuan murid dalam literasi dan numerasi. TKA lebih dari sekadar syarat seleksi naik jenjang.